Penyembuhan Holistik Reiki Telpon : 089637681984 - BBM : 53655E96
Send

Keluhan di tengah malam…

Blog Comments Off on Keluhan di tengah malam…

NAMA: Dominggus Koro

PEKERJAAN: Wiraswasta Pariwisata
WEB: www.floresbaktatours.com

JUDUL: Permintaan Reiki di Tengah Malam

EMAIL: info@floresbaktatours.com

Lewat forum ini saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Marhento Wintolo dan Mas Ismoyo Palgunadi. Kasih dan kesediaan mereka untuk mengirimkan Energi Kasih atau Reiki di tengah malam telah membebaskan saya dari sakit perut yang menyiksa. Ya, hanya kasih yang mampu menggerakan batin seorang praktisi untuk membantu sesama yang membutuhkan, dan kedua sahabat telah memberkahi saya dengan kesembuhan.

Kamis 9 Juni 2016, tengah malam sekitar pukul 11.30 WITA, saya diserang sakit perut yang luar biasa, yang tidak pernah saya alami sebelumnya. Saya berusaha melakukan pernapasan perut, mengelus dan berdialog dengan perut bagian kiri, tapi rasa sakit tidak mereda. Istri saya berusaha semampunya, menggosok perut saya dengan sisa-sisa essential oil (racikan l’Ayurveda). But still, berulang kali saya tidur, bangun, jalan-jalan di dalam rumah sebagai upaya untuk melampaui rasa sakit.

Lalu, saya dengar istri minta anak kami untuk mengirim WA ke Pak Marhen atau Mas Didit. Ternyata Lodri WA ke kedua sahabat tadi, sekitar pukul 12 lewat. Syukur Mas Didit belum tidur, dan saya dengar Lodri membacakan instruksi beliau untuk melakukan pernapasan perut dan istri saya mengelus-elus bagian yang sakit.

Tak lama berselang Pak Marhento merespons dan meminta agar bahu saya disentuh. Ternyata, selain beritahu soal sakit perut, Lodri juga menyebutkan sendi bahu kiri saya yang nyeri dan ngilu. Memang, sudah agak lama bahu kiri saya sakit, nyeri dan ngilu saya rasakan sekitar dua minggu terakhir–sehingga saya tidak nyaman melakukan Yoga asana.

Saya dengar dari istri bahwa sekitar pukul 1 lewat dini hari saya tertidur–ini jelas efek dari Reiki. Saya terbangun, rasa sakit masih ada tapi sudah berkurang jauh. Waktu menunjukan pukul 3.20 dini hari, Jumad 10 Juni.. Di atas tikar pandan, tempat saat tertidur saat diterapi, saya duduk dalam postur Vajrasana–sebelum Reiki saya samasekali tidak nyaman dengan Vajrasana. Rasa sakit terus berkurang dan perut sudah bisa membuang angin beberapa kali. Saya duduk dalam postur ini hingga ngantuk, dan saya tidur lagi.

Saya terbangun saat hari sudah terang, dan langsung ke toilet untuk buang air besar. Perut sudah terasa nyaman. Hebatnya lagi, nyeri dan ngilu di persendian bahu kiri ikut mereda. (Kemarin, Jumad 10 Juni, di sore hari saya mendatangi tukang urut (yang ahli patah tulang separah apapun, dan selalu menolak imbalan atas jasanya). Doa sebelum dan sesudah diurut terasa indah, bahwa hanya Tuhan yang tahu penyakit sebenarnya sekaligus penyembuh, meneguhkan keyakinan saya. Bahwa energi Reiki dan sentuhan tangan Ama Sabu pasti menyembuhkan. Saat diminta untuk menggerakan bahu, saya malah merentangkan kedua tangan seperti postur AIM Yoga. Dan, saya bisa melakakukannya dengan enteng).

Reiki menyembuhkan sakit perut. Reiki memampukan saya mendengar intuisi yang mengantarkan saya kepada Ama Sabu, pedagang keliling yang sangat sederhana tapi seorang “terapis tulang” yang hebat namun selalu menolak imbalan apapun.